Baiklah para pembaca setia artikel
saya, kali ini saya kembali ingin memposting tentang protein. Pada kesempatan
kali ini pembahasan nya melanjutkan yang sudah saya posting sebelumnya adalah
uji spesifik pada protein. Pada artikel ini yanga saya akan bahas adalah
mengenai Struktur protein. Struktur protein mempunyai tingkatan struktur yang
bersifat hirarki, nah mengapa bisa demikian? artinya bahwa protein disusun
setahap demi setahap dan setiap tingkatan tergantung dari tahapan di bawahnya.
Adapun tingkatan struktur protein adalah sebagai berikut :
1. Struktur Primer
Protein yang dibentuk dengan
asama amino tergabung dalam ikatan polipeptida. Setiap asam amino
terhubung dengan asam amino lainnya dalam ikatan peptida yang terbentuk karena
adanya reaksi kondensasi gugus karboksil pada setiap masing-masing asam
amino. Asam amino dihubungkan dengan ikatan peptida
yang terbentuk dengan reaksi kondensasi antara gugus karboksil pada satu asam
amino dengan gugus amino pada asam amino kedua. Ujung dari polipeptida yang
terbentuk mempunyai sifat kimia yang berbeda: satu mempunyai gugus amino bebas
(ujung N atau amino, NH2-) dan ujung satunya mempunyai gugus karboksil bebas
(ujung C atau karboksil, COOH-)
2.Struktur
sekunder
Struktur
ini merujuk pada konformasi yang berbeda yang dapat terjadi pada polipeptida.
Tipe yang umum yaitu α-heliks dan β-sheet. Keduanya terbentuk karena ikatan
hidrogen yang terjadi antara asam amino yang berbeda pada polipeptida. Hampir
semua polipeptida yang cukup panjang dapat terlipat ke dalam struktur sekunder Pada
struktur sekunder, rangkaian polipeptida memiliki konformasi yang berbeda.
Bersifat reguler dan memiliki pola lipatan berulang dari rangka protein. Dua
tipe umum struktur protein sekunder yaitu α-heliks dan β-sheet. Keduanya
terbentuk karena ikatan hidrogen yang terjadi antara asam amino yang berbeda
pada polipeptida. Alpha helix dan beta sheet sebagai struktur sekunder protein
3.
Struktur tersier
Struktur polipeptida yang
terjadi dari lipatan komponen struktur sekunder polipeptida yang membentuk
konfigurasi tiga dimensi. Bermacam-macam gaya ikatan hidrogen antar asam amino
yang terjadi pada rangkaian polipeptida inilah maka disebur struktur tersier.
Disertai gaya hidrofobik rangkaian ini menempatkannya (asam amino gugus
non-polar) dibagian dalam protein dengan tujuan melindunginya dari air.Struktur ini terbentuk dari lipatan komponen struktur
sekunder polipeptida yang membentuk konfigurasi tiga dimensi. Struktur tersier
terjadi karena bermacam-macam gaya kimiawi terutama ikatan hidrogen antara
individu asam amino dan gaya hidrofobik yang mengatur bahwa asam amino dengan
sisi gugus non-polar harus dilindungi dari air dengan menenpatkannya di bagian
dalam protein. Ikatan kovalennya disebut jembatan disulfida yang menghubungkan
antara asam amino sistein pada bermacam-macam posisi pada polipeptida.
4.
Struktur kuaterner
Struktur
ini melibatkan asosiasi dua atau lebih polipeptida, masing-masing terlipat
menjadi struktur tersier, dalam protein multisubunit. Tidak semua protein
membentuk struktur kuaternair. Hanya protein yang mempunyai fungsi kompleks
yang memiliki struktur ini termasuk beberapa protein yang terlibat dalam
ekspresi gen. Beberapa struktur protein terikat dengan jembatan disulfida
antara polipeptida yang berbeda, tetapi banyak protein terdiri dari asosiasi
subunit yang lebih lemah yang dihubungkan dengan ikatan hidrogen dan efek
hidrofobik. Protein ini dapat kembali pada komponen polipeptidanya, atau
berubah komposisi subunitnya tergantung pada kebutuhan fungsinya.
Permasalahan
1. mengapa tingkatan strukur
disebut bersifat hirarki ?
2. tidak semua protein berbentuk
kuartener hanya protein kompleks saja mengapa demikian ?
3. di dalam tubuh bagaimana kah
struktur dari protein ?
4. apa penyebab protein dapat
mengalami denaturasi dan renaturasi ?