Minggu, 25 Februari 2018

Pembentukan dan Reaktifitas senyawa organometalik.



:) selamat malam para pembaca setia blogger kembali lagi dengan postingan tentang kimia organik. selankutnya artikel ini tentang pembentukan dan reaktifitas senyawa organometalik (organo logam) . mungkin para pembaca melihat tentang organometalik dimana langsung teringat reagen grignard. nah reagen grignard itu adalah suatu organologam atau organo metalik. masih banyak lagi. pada postingan ini lebihb spesifik kepada pembentukan dari senyawa organometalic itu sendiri. selain pemebentukan reaktifitas suatu logam tersebut sangat dibutuhkan untuk membuat senyawa organologam. lebih jelas nya akan dibahas dibawah :) 
.
.
Semua unsur-unsur non-logam yang berikatan dengan karbon umumnya lebih elektronegatif daripada karbon, akibatnya karbon menjadi terpolarisasi positif; dan jika gugus yang terikat pada karbon tersebut mempunyai kemampuan untuk menerima pasangan elektron maka karbon menjadi rentan diserang oleh nukleofil. karbon yang terikat pada unsur-unsur yang elektropositif (seperti logam) maka karbon tersebut terpolarisasi negatif dan akibatnya rentan diserang oleh elektrofil.


Bahasan berikut ini adalah metode umum untuk pembuatan senyawa organologam.

1) Pembuatan dari logam dengan halida organik.
Metode yang paling sederhana dari pembuatan ini adalah melalui pengolahan logam dengan halida organik di dalam pelarut yang tidak reaktif. Sebagai contoh :

2) Pertukaran Logam-Halogen.
Reaksi pertukaran antara suatu senyawa organologam dengan suatu halida organik. Sebagai contoh :

Kesetimbangan ini lebih cenderung ke arah senyawa organik di mana logam terikat pada karbon lebih elektronegatif. Sebagai contoh, oleh karena karbon sp2 aromatik lebih elektronegatif daripada karbon sp3 alifatik, maka senyawa aril-logam dapat dibuat dari senyawa alkil-logam.

3) Pertukaran Logam-Logam.
Reaksi senyawa organologam dengan garam logam melalui pertukaran logam. Kesetimbangan lebih menyukai ke arah pembentukan senyawa oragnologam yang mengandung logam kurang elektropositif. Sebagai contoh : 

4) Metalasi Hidrokarbon.
Suatu ikatan C-H yang sifatnya asam akan bereaksi dengan pereaksi organologam yang karbonnya kurang elektronegatif menghasilkan turunan C-Logam. Sebagai contoh:

Struktur dan reaktivitas
Senyawa-senyawa organik dari natrium dan kalium adalah senyawa-senyawa yang menyerupai garam, tidak larut dalam pelarut non-polar. Senyawa-senyawa unsur-unsur logam yang kurang elektropositif seperti magnesium dan seng adalah senyawa-senyawa yang sangat penting dan dapat larut di dalam eter. Meskipun tidak ada perbedaan yang sangat nyata antara dua kelompok senyawa tersebut, namun perlu melakukan pengelompokkan berdasarkan persentase karakter ionik ikatan C-Logam-nya.Nilai karakter ionik untuk ikatan yang lebih umum adalah berikut:
 
Reaktivitas senyawa organologam dapat dikaitkan dengan karakter ioniknya. Senyawa-senyawa natrium dan kalium sejauh ini adalah yang paling reaktif; keduanya secara spontan terbakar di udara terbuka, sedangkan senyawa organomagnesium juga bereaksi dengan oksigen tapi tidak terlalu keras. Senyawasenyawa litium lebih reaktif daripada senyawa-senyawa magnesium, sebagai contoh senyawa-senyawa litium bereaksi dengan ion karboksilat sedangkan senyawasenyawa magnesium tidak, senyawa-senyawa timbal kurang reaktif daripada senyawa-senyawa magnesium, sebagai contoh senyawa-senyawa timbal tidak bereaksi dengan keton.



Permasalahan

1. mengapa suatu reaktivitas organologam di kaitkan dengan karakter ioniknya ?
2. bagaimana pembentukan suatu reagen grignard pada awal penemuan  ?
3. mengapa pada reaksi pembentukan organologam jenis reaksi metalasi hidrokarbon, menggunakan hidrokarbon yang lemah elektronegatif ?