:) :) kembali lagi dengan postingan saya, dalam beberapa bulan kedepan insya allah saya akan meng upload beberapa materi kuliah kimia organik II. pada artikel saya yang kedua yaitu tentang reaksi eliminasi pada alkil halida dan alkohol. yuk disimak biar makin banyak ilmu.
ok . ternyata selain mengalami reaksi subsitusi alkil halida juga dapat mengalami reaksi eliminasi juga loh. eliminasi ini melibatkan pelepasan H-X danhasil akhir nya adalah sebuah alkena.
sering terjadi reaksi eliminasi terjadi bersama dengan reaksi subsitusi. mengapa hal ini bisa terjadi ? bagaimana mekanisme nya ?
yuk simak selengkapnya
.
.
.
Untuk reaksi kimia organik. Semua nukleofil memiliki pasangan elektron yang dapat mengambil bagian dalam reaksi sebagai pasangan tunggal atau kadang-kadang sebagai ikatan
. Ini berarti bahwa semua nukleofil juga basa, karena
sepasang elektron dapat menerima proton. Oleh karena itu, ahli kimia secara
rutin dihadapkan pada reaksi bersaing yang bergantung pada keseimbangan antara
dasar dan nukleofilitas reaktan yang kita gunakan. Seperti yang disebutkan
dalam pendahuluan postingan ini, reaksi b-eliminasi adalah proses persaingan untuk
substitusi yang kita amati.
ok . ternyata selain mengalami reaksi subsitusi alkil halida juga dapat mengalami reaksi eliminasi juga loh. eliminasi ini melibatkan pelepasan H-X danhasil akhir nya adalah sebuah alkena.
sering terjadi reaksi eliminasi terjadi bersama dengan reaksi subsitusi. mengapa hal ini bisa terjadi ? bagaimana mekanisme nya ?
yuk simak selengkapnya
.
.
.
Untuk reaksi kimia organik. Semua nukleofil memiliki pasangan elektron yang dapat mengambil bagian dalam reaksi sebagai pasangan tunggal atau kadang-kadang sebagai ikatan
Alkil Halida
paling
banyak ditemui sebagai zat antara dalam sintesis. Mereka dengan mudah diubah ke
dalam berbagai jenis senyawa lain, dan dapat diperoleh melalui banyak cara
Reaksi eliminasi melibatkan pelepasan HX, dan hasilnya adalah suatu alkena. Banyak
sekali modifikasi terhadap reaksi ini, tergantung pada pereaksi yang digunakan.
Jika
alkil halida mempunyai atom hidrogennya pada atom karbon yang bersebelahan
dengan karbon pembawa halogen akan bereaksi dengan nukleofil, maka terdapat dua
kemungkinan reaksi yang bersaing, yaitu substitusi dan eliminasi.
Contoh
nya pada reaksi berikut :
Seringkali
reaksi substitusi dan eliminasi terjadi secara bersamaan pada pasangan pereaksi
nukleofil dan substrat yang sama. Reaksi mana yang dominan, bergantung pada
kekuatan nukleofil, struktur substrat, dan kondisi reaksi.
Alkohol pada umumnya mengalami reaksi
eliminasi jika dipanaskan dengan katalis asam kuat, misalnya H2SO4
atau asam Fosfat (H3PO4) untuk menghasilkan alkena dan
air. Asam sulfat pekat akan menimbulkan banyak reaksi sampingan. Katalis ini
mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan disaat yang
sama tereduksi dengan sendirinya menjadi sulfur oksida.
Gugus hidroksil bukan merupakan gugus pergi yang
baik, akan tetapi di bawah kondisi asam, gugus hidroksil dapat diprotonasi.
Ionisasi akan menghasilkan suatu molekul air dan kation , yang selanjutnya
dapat mengalami deprotonasi untuk memberikan alkena.
Reaksi eliminasi alkohol menjadi alkena dapat juga
disebut dehidrasi, karna adanya pelepasan H20. Seperti halnya dengan
reaksi substitusi, reaksi elimanasi juga mempunyai dua mekanisme, yaitu
mekanisme E2 dan E1.
Mekanisme Reaksi E1
Mekanisme reaksi E1 merupakan alternatif dari mekanisme
reaksi SN1. Karbokation dapat memberikan sebuah proton kepada suatu basa dalam
reaksi eliminasi. Mekanisme reaksi E1 terdiri dari dua tahap.
Tahap
1 reaksi E1 berjalan lambat. Tahap
lambat atau penentuan ialah tahap ionisasi dari substrat yang menghasilkan ion
karbonium
Tahap 2 reaksi E1 berjalan cepat.
Dehidrasi alkohol
sekunder dan alkohol tersier adalah reaksi E1 (eliminasi 1) yang melibatkan
pembentukan karbokation
Reaksi ini bersaing dengan substitusi SN1. E1 dan SN1
hampir selalu terjadi bersamaan
Mekanisme Reaksi E2
Reaksi E2 adalah proses satu tahap. Nukleofil
bertindak sebagai basa dan mengambil proton
(hidrogen)
dari atom karbon yang bersebelahan dengan karbon pembawa gugus pergi. Pada waktu yang
bersamaan, gugus pergi terlepas
dan ikatan rangkap dua terbentuk. Reaksi E2 menggunakan basa kuat seperti OHˉ, ORˉ, dan juga
membutuhkan kalor. Dengan memanaskan alkil halida dalam KOH, CH3CH2ONa.
Konfigurasi yang terbaik untuk reaksi E2
adalah konfigurasi dimana hidrogen yang akan tereliminasi dalam posisi anti dengan gugus pergi. Alasannya ialah bahwa
pada posisi tersebut orbital ikatan CH dan CX tersusun sempurna yang
memudahkan pertumpangtindihan orbital dalam pembentukan ikatan baru.
contoh
:
dehidrasi alkohol primer adalah reaksi
E2 (eliminasi 2) dimana hanya terjadi satu tahap, yaitu tahap pertama asam akan
memprotonasi oksigen dari alkohol, proton diserang oleh basa dan membentuk
ikatan rangkap karbon-karbon (C=C) melalui lepasnya molekul air
Perbedaan Antara Mekanisme Eliminasi
E1 Dan E2
E1
|
E2
|
Membentuk karbokation
karbokation memberi proton pada
basa lalu terbentuk alkena
basa merebut proton dari atom C
(beta, C yang berdampingan dengan C+)
terjadi
pada:
·
konsentrasi basa rendah
·
dengan pelarut basa
·
dengan substrat tersier dan beresonansi (alkil
halida)
·
Alkil halida / alkohol +asam kuat+panas =E1
|
tidak terjadi pembentukan karbokation
pembentukan secara serempak
nukleofil langsung mengambil proton dari atom C (beta)
pada atom C gugus pergi
terjadi pada:
·
pada
basa kuat
·
Konsentrasi
tinggi
·
Alkil
halida / alkohol +basa kuat+panas = E2
|
Substitusi dan
eliminasi nukleofilik adalah proses yang kompetitif. Yang berlaku tergantung
pada berbagai faktor. Salah satu pertimbangan penting adalah
stabilitas alkena yang akan dihasilkan dari eliminasi. Karena halida tersier
membentuk alkena yang sangat stabil, maka lebih
cenderung bereaksi dengan eliminasi daripada halida
primer.
PERMASALAN
1.
Seringkali reaksi substitusi dan eliminasi terjadi secara bersamaan pada
pasangan pereaksi nukleofil dan substrat yang sama. Bagaimana cara membedakan
kemungkinan yang terjadi apakah reaksi tersebut mengalami reaksi subsitusi atau
eliminasi
2.
Pada mekanisme reaksi E1 terdapat dua tahap yaitu Tahap 1 berjalan cepat dan
Tahap 2 berjalan lambat mengapa tiap tahap demikian ?
3.
pada penjelasan diatas disebutkan bahwa Gugus hidroksil bukan merupakan gugus
pergi yang baik, akan tetapi di bawah kondisi asam, gugus hidroksil dapat
diprotonasi tolong uraikan bagaimana gugus hidroksil diprotonasi oleh asam ?
4.
tolong jelaskan mengapa Konfigurasi yang terbaik untuk reaksi E2 adalah
konfigurasi dimana hidrogen yang akan tereliminasi dalam posisi anti dengan gugus pergi? Jelaskan mengapa demikian