Jumat, 09 Maret 2018

Contoh Mekanisme Reaksi Eliminasi Pada Alkil Halida Dan Akohol


1.                Contoh Mekanisme Reaksi E1
Reaksi antara sikloheksanol dengan asam sulfat hanya akan menghasilkan produk sikloheksena. Mekanisme reaksi pembentukan sikloheksena dari sikloheksanol yang melepaskan molekul air dengan bantuan katalis asam sulfat adalah sebagai berikut : 
Pasangan elektron yang terdapat pada atom O gugus hidroksi menyerang H+ yang berasal dari ionisasi asam sulfat . Penyerangan ini akan menyebabkan terbentuknya atom O bermuatan positif yang mengikat 2 atom H. Selanjutnya adalah pelepasan molekul H2O sehingga menyebabkan terbentuk ion karbonium sekunder. Muatan positif ini nantinya akan dinetralkan dengan pelepasan proton/H+ dimana H ini berasal dari karbon-β sehingga lepas menjadi H+ dan rantai tunggal berubah menjadi rantai ikatan rangkap dua (sikloheksena). Berdasarkan mekanisme ini, dapat dikatakan bahwa H+ bersifat sebagai katalis karena di akhir setelah produk berupa sikloheksena terbentuk akan dilepaskan H+ kembali. Dalam reaksi ini akan terbentuk sikloheksena dan air.

2.          Contoh Mekanisme Reaksi E2 

Reaksi E2 alkil halide cenderung dominan bila di gunakan basa kuat sepeti -OH dan OR  dan temperatur tinggi. Secara khas Reaksi E2 dilaksanakan dengan memanaskan  alkil halid dengan k+ -OH atau Na+ -OCH2CH3 dalam etanol .  Reaksi E2 berjalan tidak lewat suatu karbokation sebagai zat antara, melainkan reaksi serempak(conserted reaction) yaitu terjadi pada satu tahap
 
1.     Basa membentuk ikatatan dengan hidrogen
2.    Elektron-electron C-H membentuk iktan pi
3.    Brom bersama sepasang elektronnya meningggalkan ikatan sigma C-BR

Permasalahan
   1. berdasarkan kedudukan atom H ( Eliminasi alfa dan betha )  nya jenis Eliminasi apakah yang ada di atas ? jelaskan pendapat anda !
   2. mengapa pada basa kuat cendrung menarik hidrogen 2 bromo 2metil butana pada mekanisme reaksi E2 diatas ? 
3. pada dehidrasi alkohol biasanya digunakan beberapa katalis . tolong berikan beberapa katalis yang bisa digunakan pada reaksi eliminasi tersebut? 

 


3 komentar:

  1. Saya Yulia Saltiani akan mencoba menjawab permasalahan yang ketiga, mengenai katalis apa saja yang dapat digunakan pada reaksi dehidrasi alkohol.

    Dehidrasi alkohol menggunakan sebuah katalis asam. Katalis asam yang biasa digunakan adalah asam sulfat pekat atau asam fosfat(V) pekat, H3PO4. Asam sulfat pekat akan menimbulkan banyak reaksi sampingan. Katalis ini tidak hanya bersifat asam, tetapi juga merupakan agen pengoksidasi kuat. Katalis ini mengoksidasi beberapa alkohol menjadi karbon dioksida dan disaat yang sama tereduksi dengan sendirinya menjadi sulfur oksida. Kedua gas ini (karbon dioksida dan sulfur oksida) harus dikeluarkan dari alkena. Katalis ini juga bereaksi dengan alkohol menghasilkan banyak karbon.

    Dehidrasi alkohol dengan menggunakan aluminium oksida sebagai katalis. Cara ini merupakan sebuah cara yang sederhana untuk membuat alkena berwujud gas seperti etena. Jika uap etanol dilewatkan di atas bubuk aluminium oksida yang dipanaskan, maka etanol akan terpecah menghasilkan etena dan uap air.

    BalasHapus
  2. Saya Heni Yulianti (A1C116034) akan mencoba menjawab permasalahan pertama
    Menurut literatur
    jenis reaksi eliminasi berdasarkan kedudukan H yang tereliminasi ada 2, yaitu:

    1. Reaksi Eliminasi β
    Reaksi β-eliminasi merupakan reaksi eliminasi dimana unsur H yang dihilangkan terletak pada kedudukan atom karbon β terhadap halogen

    2. Reaksi Eliminasi α
    Reaksi eliminasi α merupakan reaksi pemutusan atau lepasnya unsur H dan X dari suatu alkil halida yang berada pada posisi atom karbon-alpha

    Jadi menurut saya contoh diatas merupakan contoh reaksu eliminasi alpa

    BalasHapus
  3. saya vicky adrian (a1c116048) akan mencoba menjawab permasalahan kedua basa kuat cendrung menarik hidrogen 2 bromo 2metil butana pada mekanisme reaksi E2 karena pada intinya Reaksi E2 secara khusus menggunakan basa kuat untuk menarik hidrogen asam dengan kuat. Nukleofil bertindak sebagai basa dan mengambil proton (hidrogen) dari atom karbon yang bersebelahan dengan karbon pembawa gugus pergi. Pada waktu yang bersamaan, gugus pergi terlepas dan ikatan rangkap dua terbentuk. Konfigurasi yang terbaik untuk reaksi E2 adalah konfigurasi dimana hidrogen yang akan tereliminasi dalam posisi anti dengan gugus pergi. Alasannya ialah bahwa pada posisi tersebut orbital ikatan C-H dan C-X tersusun sempurna yang memudahkan pertumpang tindihan orbital dalam pembentukan ikatan p baru.
    Reaksi E2 menggunakan basa kuat seperti –OH, -OR, dan juga membutuhkan kalor, dengn memanaskan alkil halida dalam KOH atau CH3CH2ONa dalam etanol.

    BalasHapus