baiklah pada malam ini saya akan memposting tentang reaksi adisi yang dimana sebelumnya sudah di jelaskan bagaimana reaksi subsitusi dan eliminasi di minggu yang lalu. reaksi adisi ini terjadi pada senyawa organik yang tidak jenuh (alkena dan alkuna) atau bisa juga reaksi adisi adalah reaski penjenuhan. mengapa demikian yook simak selajutnya ...
Jika
senyawa karbon memiliki ikatan rangkap dua (alkena) atau rangkap tiga (alkuna)
dan pada atom-atom karbon tersebut berkurang ikatan rangkapnya, kemudian
digantikan dengan gugus fungsi (atom atau molekul). Reaksi tersebut
dinamakan reaksi adisi. Oleh karena itu dapat di simpulkan bahwa reaksi adisi
adalah reaksi pemutusan ikatan rangkap (pengubahan ikatan
rangkap menjadi ikatan kovalen tunggal). Reaksi adisi antara lain
dapat digunakan untuk membedakan alkana dengan alkena.
Reaksi adisi secara umum dapat digambarkan sebagai berikut:
Reaksi
adisi elektrofilik terjadi apabila gugus yang pertama menyerang suatu
ikatan rangkap pereaksi elektrofil. Reaksi adisi elektrofilik ditemukan pada
senyawa C yang mengandung ikatan rangkap antara dua atom C seperti alkena dan
alkuna.
Tahap reaksi adisi elektrofilik adalah:
Tahap 1: serangan terhadap elektrofil E+yang terjadi secara
lambat,
Tahap 2 : serangan nukleofil terhadap karbonium,
Sebagai contoh :
Dalam
kimia organik,
aturan Markovnikov atau aturan Markownikoff menggambarkan hasil beberapa reaksi adisi.
Aturan tersebut dirumuskan oleh kimiawan
Rusia Vladimir
Vasilevich Markovnikov pada tahun 1870.
Dasar kimia Aturan Markovnikov adalah pembentukan karbokation
yang paling stabil selama proses adisi. Adisi ion hidrogen kepada satu atom
karbon dalam alkena menciptakan muatan positif pada karbon lainnya, membentuk intermediate
karbokation. Semakin tersubstitusi karbokationnya, semakin stabil kondisinya,
karena efek induksi dan hiperkonjugasi.
Produk utama reaksi adisi adalah yang terbentuk dari intermediate yang lebih
stabil. Oleh karena itu, produk utama adisi HX (dengan X adalah beberapa atom
yang lebih elektronegatif daripada H) pada alkena memiliki atom hidrogen dalam
posisi kurang tersubstitusi dan X pada posisi yang lebih tersubstitusi. Meski
demikian, karbokation yang kurang tersubstitusi dan kurang stabil masih akan terbentuk
pada konsentrasi tertentu, dan akan menjadi produk minoritas yang berlawanan,
ikatan konjugat X.
Sebagai contoh :
Dalam kasus adanya suatu peroksida, produk mayor dari
suatu reaksi adisi elektrofilik teramati tidak mengikuti aturan Markovnikov.
Produk mayor yang berlawanan dari aturan Markovnikov ini disebut sebagai produk
anti Markovnikov.
Aturan anti Markovnikov ini hanya berlaku pada reaksi
alkena dengan HBr yang dibantu oleh kehadiran suatu peroksida. Kehadiran suatu
peroksida dalam reaksi menyebabkan H-Br mengalami pemutusan homolitik, sehingga
dihasilkan radikal bebas Br. Radikal bebas Br ini selanjutnya menyebabkan
reaksi adisi tersebut berlangsung dengan mekanisme radikal bebas, sehingga
menghasilkan produk mayor berupa produk anti Markovnikov. Hal ini disebabkan
oleh sifat alamiah dari ikatan H-Br yang mudah mengalami pemutusan homolitik
dan ikatan C-Br yang terbentuk juga bersifat stabil. Oleh karena itu, aturan
ini tidak berlaku pada reaksi adisi antara alkena dengan asam halida yang lain.
Permasalahan
:
1.
pada dasar nya reaksi adisi ini dapat terjadi karena faktor tertentu. Tolong
sebutkan faktor yang menyebabkan reaksi adisi terjadi ?
2. pada sebuah kasus, benzena. Memiliki ikatan rangkap dua dengan rumus C6H6
namun pada kenyataan nya benzena lebih mudah mengalami reaksi subsitusi dari
pada eliminasi kenapa demikian ?
3. mengapa produk adisi mengalami perbedaan
posisi halida yaitu markovnikov dan anti markovnikov ?
Baiklah saudari nina saya akan mencoba menjawab permasalahan anda nomer satu yaitu pada dasar nya reaksi adisi ini dapat terjadi karena faktor tertentu. Tolong sebutkan faktor yang menyebabkan reaksi adisi terjadi
BalasHapus[17/2 7:12 AM] Nina Nirwana: Permasalahan :
1. pada dasar nya reaksi adisi ini dapat terjadi karena faktor tertentu. Tolong sebutkan faktor yang menyebabkan reaksi adisi terjadi ?
Struktur karbon lebih stabil pada ikatan tunggal daripada ikatan rangkap. Ikatan pi sering terputus pada elektronya dipakai untuk berikatan pada atom lain. Sebagai contoh, dengan menggunakan molekul yang umum X – Y Reaksi adisi dapat diartikan sebagai reaksi penjenuhan, karena dalam reaksi adisi ini senyawa hidrokarbon mengalami pengurangan ikatan rangkapnya. Penyebab terjadinya reaksi adisi ini karena adanya senyawa atau atom lain seperti halogen dan sebagainya.
Baiklah saudari nina nirwana , saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang ketiga yaitu mengapa produk adisi mengalami perbedaan posisi halida yaitu markovnikov dan anti markovnikov ?
BalasHapushal ini terjadi karena suatu reaksi menghasilkan lebih dari satu produk ( produk mayor dan produk minor ) maka reaksi tersebut bersifat regioselektif, Menurut aturan Markovnikov: “jika suatu alkena direaksikan dengan asam halida (HX), maka atom H dari HX akan masuk pada atom C rangkap yang mengikat H lebih banyak”
sehingga akan didapatkan hasil produk mayor markovnikov , sedangkan untuk Aturan anti Markovnikov ini hanya berlaku pada reaksi alkena dengan HBr yang dibantu oleh kehadiran suatu peroksida
Baiklah saudari nina nirwana , saya akan mencoba menjawab permasalahan anda yang kedua yaitu pada sebuah kasus, benzena. Memiliki ikatan rangkap dua dengan rumus C6H6 namun pada kenyataan nya benzena lebih mudah mengalami reaksi subsitusi dari pada eliminasi kenapa demikian ?
BalasHapusBenzena merupakan senyawa tak jenuh (memiliki ikatan rangkap) yang lebih mudah mengalami reaksi substitusi daripada reaksi adisi. Hal ini terjadi karena adanya resonansi yang menyebabkan elektron pada senyawa benzena selalu berpindah-pindah.
Ikatan rangkap merupakan kumpulan elektron. Jika suatu pereaksi, seperti bromin atau asam halida direaksikan dengan benzena, kumpulan elektron pada ikatan rangkap benzena akan terdelokalisasi ke ikatan tunggal sehingga ikatan tunggal tersebut berubah menjadi ikatan rangkap. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga menyulitkan terjadinya reaksi adisi.Benzena termasuk senyawa aromatik dan memiliki rumus molekul C6H6. Rumus molekul benzena memperlihatkan sifat ketakjenuhan dengan adanya ikatan rangkap. Tetapi ketika dilakukan uji bromin benzena tidak memperlihatkan sifat ketakjenuhan karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromin.
Rumus molekul benzene memperlihatkan ketidakjenuhan ketika dilakukan uji bromin, karena benzena tidak melunturkan warna dari air bromine. Artinya benzena tidak dapat diadisi oleh bromine, karena ikatannya yang stabil. Kestabilan cincin benzen disebabkan karena adanya resonansi. Oleh karena itu benzena lebih mudah mengalami substitusi daripada adisi.Kestabilan cincin bensena secara kuantitatif dapat dilihat dari panas hidrogenasi dan pembakarannya. Panas hidrogenasi dan pembakaran bensena lebih rendah dari pada harga perhitungan.
Panjang ikatan karbon-karbon pada bensena adalah sama dan merupakan intermediet dari panjang ikatan tunggal dan ikatan rangkap. jadi ikatan karbon pada benzena sangat sulit terputus sehingga sangat tidak mudah mengalami reaksi adisi.